jumlah pengintip blogku

Senin, 23 Agustus 2010

RAMADHAN DI SEKOLAHKU

RAMADHAN DI SEKOLAHKU


Ramadhan sudah hampir masuk pertengahan. Semua kegiatan menyambut dan mengisi bulan ramadhan mulai dan telah dilakukan. Adikku sudah mulai menjalani pondok ramadhan di sekolahnya dan sekolahku dulu. Ingin rasanya mengulang kegiatan pondok ramadhan seperti itu, tapi sekarang aku sudah SMP. Kegiatan Ramadhan di sekolahku agak berlainan dengan sekolahku di MI dulu, tidak ada lagi pondok Ramadhan dan mukim di sekolah, tapi kami hanya menjalani kegiatan Ramadhan di siang hari dan ditutup dengan shalat dhuhur berjamaah. 
        Pada malam hari kami mendapat giliran shalat tarowih berjamaah di sekolah, untuk yang rumahnya jauh boleh diantar orang tua, dan orangtuanya diperbolehkan untuk tarowih bersama juga. Seminggu kami tiap kelas pararel mendapat giliran 2 hari. Aku mendapat giliran jumat dan sabtu . Tapi sayangnya waktu jumat malam, aku berangkatnya terlambat dan terhadang hujan, sehingga sampai sekolah pintu gerbang sudah dikunci,untuk menjaga kekhusyukan dan keamanan bersama. Walhasil aku dan ayah banting stir, jamaah shalat tarowih di masjid agung madiun. 
       Untunglah pada hari sabtunya semua berjalan lancar, meski sempat kehujanan juga sampai sajadahku basah, sehingga kutinggal saja di jok sepeda motor ayah. Dalam shalat tarowih ada kultum juga, yang saat itu giliran Bapak kepala sekolah menyampaikan ceramahnya. Kami diajarkan untuk selalu menjaga keimanan dan keislaman kami, tetapi tidak boleh mencela atau menjelek-jelekkan pihak lain yang tidak sepaham, di samping itu kami juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan alat-alat beribadah kami, di antaranya mencuci sarung dan sajadah ( jangan2 Bapak kepala sekolah mumet mencium bau sarung dan sajadah ang tidak dicuci dari para jamah yaa...hehe..).
      Di samping itu ada acara yang menarik di sekolahku, yaitu berbuka dan berbagi bersama anak yatim. Caranya begini : Kami, tiap anak diajak untuk menjamu dan memberi bingkisan kepada anak yatim yang akan didatangkan, dengan diantar jemput oleh sekolah yang dikoordinir bersama OSIS. Sehingga kami betul-betul bisa mengenal dan bercerita bersama-sama anak yatim. Caranya, aku membawa 3 kotak makanan untuk berbuka. Yang dua aku nikmati bersama anak yatim yang menjadi temanku, kemudian satu lagi dibawa untuk oleh-oleh anak yatim temanku. Aku juga memberikan bingkisan yang kubungkus, isinya rahasia,deh, tapi pokoknya bermanfaat untuk beribadah, entah sarung, sajadah, baju muslim dll.O iya, biayanya sangat dianjurkan dari uang saku kami sendiri yang kami tabung, sehingga kami benar-benar bisa merasakan nikmatnya berbagi, bukan orang tua kami yang membelikan, tapi kalau orang tua kami ingin juga berbagi juga diperbolehkan menyantuni berapa saja anak yatim yang diinginkan. Sedang kami yang keberatan, bisa berkelompok dengan teman yang lain untuk berbagi dengan satu anak yatim. Menarik bukan, kita tidak hanya dianjurkan beribadah kepada Allah semata, tetapi juga diajarkan untuk membantu dan berbagi bersama sesama manusia. 
        Penutupannya seperti biasanya kita membayar zakat fitrah, dan di malam Idul Fitri takbir keliling, tapi hanya perwakilan kelas, sehingga untuk yang rumahnya jauh seerti aku diperbolehkan untuk tidak ikut. 
Selamat berpuasa ya, semoga puasa kita barokah dan mendapat ridhlo Allah SWT. Mohon maaf lahir batin.....

Jumat, 30 Juli 2010

Pelajari dari sekarang

PILIH RSBI, AKSELERASI, ATAU REGULER.



Assalamu'alaikum wr.wb......
Alhamdulillah....Aku sudah duduk di kelas VII SMP 1 Madiun. Adik-adik kelasku sekarang tentunya sudah kelas 6 ya. Pasti ada juga yang sudah mulai kasak-kusuk mengincar sekolah ya...? Aku mau sharing nih, siapa tau bermanfaat. Sebenarnya semua sekolah itu baik, tergantung apa yang kita inginkan dan sesuai dengan keinginan kita, yang tentunya didukung ortu kita masing-masing. Mungkin ada teman-teman yang sudah masuk pondok ya...Aku ucapkan selamat deh, kapan-kapan mungkin bisa sharing juga ya, tentang seluk beluk penerimaan dan tatacaranya. Kalau aku mau sharing yang di SMP umum saja deh, sesuai yang aku tahu, khususnya di SMP 1 Madiun, di sini ada 3 kelas, yaitu :
1. Kelas Reguler. Di SMP 1 Madiun hanya ada satu kelas, penerimaannya menggunakan ranking nilai UASBN. Pembelajarannya sesuai dengan SMP pada umumnya.Dengan lama belajar 3 tahun.

2. Kelas RSBI : Penerimaannya sudah dimulai sekitar bulan Februari dengan tes tertulis, lesan dan komputer.Untuk nilai rapor dipersyaratkan rata-rata minimalnya 7. Tapi sebagian besar nilai USBNnya rata-rata di atas 8, lho. Bahkan banyak yang nilai rata-ratanya di atas 9. Nantinya yang sudah lolos semua tes akan diterima sementara sambil menunggu nilai USBN keluar.Untuk pembelajarannya, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi menggunakan bilingual, atau 2 bahasa, meski lebih ditekankan bahasa Inggrisnya. Untuk mata pelajaran lain sesuai dengan kurikulum normal. Lamanya 3 tahun.

3. Kelas Akselerasi atau kelas percepatan : Di sini pembelajarannya sama dengan kelas reguler, tapi lamanya hanya 2 tahun. Untuk matematika dan sains juga menggunakan bahasa Indonesia biasa, tidak seperti kelas RSBI, tetapi sama dengan kelas Reguler, hanya waktunya lebih cepat. Mulai tahun ajaran ini, kelas akselerasi di SMP 1 Madiun juga RSBI, jd mereka harus ikut tes kelas akselerasi, RSBI dan Ujian Nasional.  Jadi jangan bingung ya, membedakan kelas akselerasi dan kelas RSBI.....

Oke Adik-adik...kalau yang ingin masuk kelas reguler, silakan, kalau ada yang mau masuk kelas RSBI, dan ingin go internasional,sebaiknya mulai sekarang kursus Bahasa Inggris, jadi besok gak kebingungan, kalau yang ingin masuk akselerasi, harus rajin belajar, sehingga mempunyai kemampuan belajar lebih cepat, kalau yang ingin masuk reguler, belajar yang rajin ya, biar nilai USBNnya bagus. Terima kasih, jangan lupa jaga sholatnya, kalau teman-teman yang sudah SMP dan jauh seperti aku jangan lupa membawa sarung, jadi bisa sholat dulu di Mushola sekolah sebelum pulang, jadi tak tergesa-gesa.Bahkan bisa sholat berjamaah bersama teman-teman lain.  Khusus untuk SMP 1, jangan takut   kalau lupa membawa sarung, sebab di mushola sekolah tersedia banyak sarung. 
Wassalamu'alaikum Wr.wb.

Jumat, 25 Juni 2010

MI KRESNA...I LOVE YOU..FULLL

Mejeng bareng ayah. Ayah tak bisa menghadiri wisuda, karena tugas membagi raport...hiks...





Penyerahan kenang-kenangan kaligrafi
                                                                                  
                                                                           .















MI KRESNA...I LOVE YOU FULL
(Aku diwisuda...Bismillahirrohmannirrohiim......)


Mejeng bareng teman.


Hari ini perpisahan dan wisuda di sekolahku, MI Kresna, Mlilir, Dolopo, Madiun. Hiks....sedih juga harus berpisah dengan teman-teman yang baik, lucu dan menyenangkan. Juga Bapak dan Ibu guru yang selama ini membimbingku, telaten menghadapi kebandelanku, Ikhlas mengajarku..(Hiks..hiks...!). Gak terasa 6 tahun berlalu, teringat saat aku masih kelas satu, masih imut-imut sampai sekarang sudah amit-amit. Dari buta huruf latin dan buta huruf arab menjadi bisa, dari males sholat menjadi rajin, Oww...banyak sekali ilmu yang telah kudapat. Begitu banyak kebaikan Bapak dan ibu guru, teringat waktu kelas satu, Bu Yuli yang pernah mentraktir sarapan waktu aku gak sempat sarapan n mringis-mringis bilang lapar sama Bu Yuli ( malu-maluin ya...Terima kasih ya Bu Yuli...). Bu Mudah yang ikhlas membantuku waktu kelas satu aku kebelet ke belakang ( HIks..tambah malu...Terima kasih ya Bu Mudah...). Pak Agus walikelas 2 yang lucu dan baik hati, Walikelas kelas 3 Pak Abdul Malik yang bijaksana ( Beliau sudah pensiun..), Walikelas kelas 4 Bu Tita yang juga berbaik hati meminjamiku uang untuk naik bis waktu uangku hilang saat latihan manasik haji (Terima kasih ya Bu Tita...), Bu Amin walikelas kelas 5 yang saat itu sedang mengandung, tapi saat itu aku diangkat teman-teman jadi ketua kelas, Walikelas kelas 6 Pak Toha yang lucu dan pandai mendongeng serta mendalang bersama Pak Syai'in, juga Pak Gufron yang menjadi walikelasku sebelum aku lulus. Terima kasih Ya Pak..!!JUga Bu Wiji yang mengajar Bahasa Inggris, terima kasih ya Bu...! Mas Mahmudi yang ngajarin friendster , facebook,dan  komputer, Mbah Di yang sering ngasih teh dan jajan, juga rela menyeberangkan dan membantu kami dlm segala urusan, Juga semua bapak dan Ibu guru MI Kresna yang aku hormati dan sayangi, yang mengajar maupun tidak mengajar aku, teriam kasih semuanya ya Pak, BU....Doakan hamba, Eh..ananda agar menjadi anak yang sholeh, sukses dunia akherat. Mohon maaf jika banyak salah, kebandelan dan kebodohan.Please forgive me.....!!!! Eh...Last but not least....Bapak kepala sekolah kami Bapak Rohmat yang kharismatik( beliau sudah pensiun). Dan Bapak Karomy Makky yang sekarang menjadi kepala sekolah, Bapak kepala sekolah yang kreatif, inovatif, dan penuh semangat, semoga bisa membawa MI Kresna menjadi MI yang semakin Unggul, berkualitas, Islami dan mencetak  generasi yang mampu bersaing. I LOVE YOU FULL..MI KRESNA...!!!!!

Jumat, 11 Juni 2010

OHH.......AKSELERASI

 Di SMPN 1 Madiun diadakan kelas akselerasi atau kelas percepatan. Di sini siswa yang lolos tes psikologi yang diadakan oleh UMM Malang diperbolehkan masuk kelas akselerasi. Untuk kelas RSBI dan reguler, biasanya pendidikan di SMP ditempuh selama 3 tahun, tetapi untuk kelas akselerasi, program ini bisa ditempuh selama 2 tahun, untuk itu diperlukan siswa yang unggul di bidang prestasi akademik dan kesiapan menghadapi hal-hal yang bersifat psikologis.
Sebenarnya aku tak merasa sebagai anak yang "lebih", tapi enggak ada salahnya kan aku ikut tes kelas akselerasi (Iya deh...gak ada yang ngelarang,kok).  Sebenarnya syarat untuk masuk kelas akselerasi IQ awal, sesuai hasil tes psikologi di kelas RSBI, adalah 130, tapi karena penasaran, meski IQ awalku cuma 129,aku mencoba mendaftar, dan diperbolehkan, sebab keputusan untuk masuk kelas akselerasi nantinya akan diadakan tes psikologi lagi oleh tim Psikologi dari UMM Malang, sebab di jatim hanya ada 3 yang berhak dan diakui untuk mengadakan tes psikologi, yaitu dari Unair, Ubaya dan UMM. Tes psikologinya standar saja, hanya berupa teori, tapi mungkin validitasnya lebih tinggi dari tes psikologi waktu kelas RSBI. Dan ternyata IQ ku langsung terjun bebas menjadi 115, hihihi. Mungkin kalau tesnya tingkat nasional IQ ku menjadi lebih rendah lagi yaa....Walhasil aku tak lolos kelas Akselerasi. Tapi seneng juga, teman-temanku dari luar kota, banyak yang diterima di kelas akselerasi. Selamat deh buat mereka ya...! Tapi aku tetap bersyukur, kelas RSBI juga tidak bisa dikatakan enteng, oleh karena itu, untuk memperkenalkannya, kami akan diberikan matrikulasi selama 10 hari. Doakan ya teman-teman, semoga semua lancar....Ups..ada yang ketinggalan. Sebenarnya untuk betul-betul diterima, kami harus menunggu hasil UAN dulu, tapi sayang, hasil UAN baru keluar tanggal 19 juni, jadinya masih ada yang mengganjal. Tapi apa boleh buat, peraturannya seperti itu, jadinya kita ikut mengalir seperti air saja deh. Doakan ya......

Minggu, 21 Maret 2010

Sekolah Favorit..oh...paporit...


BERBURU SEKOLAH FAVORIT.


Hmm…Ujian nasional masih 2 bulan lagi, tetapi pendaftaran di sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) dan accelerasi mulai dibuka. Akupun tertarik untuk mencobanya. Ayah mengajakku mendaftar di SMPN 1 Madiun. Agak deg-degan aku memasuki sekolah yang dari penampilan bangunannya terlihat usang. Tapi seperti yang Bunda selalu ajarkan kepadaku, kita tidak boleh melihat segala sesuatu dari penampilannya. Aku harus bersiap-siap menghadapi tes masuk setelah lolos tes administrasi.
 Hari ujian tiba. Aku agak ngeri juga saingannya anak-anak kota. Apalagi kuota untuk Kabupaten atau luar kota seperti aku hanya dijatah 10 orang dari 180 siswa yang akan diterima. Tapi aku berusaha menjalaninya tanpa beban. Ujian tertulis sudah kujalani. Lumayanlah. Meski tentu saja tidak semua soal bisa kukerjakan. Yang lebih sulit adalah tes lisan, sebab nilai tes tertulis hanya separuhnya dari tes lisan, sehingga kemampuan kami betul-betul murni diuji,  sebab untuk tes lisan kita nggak bakalan bisa bekerjasama. Sebenarnya aku banyak yang tak yakin akan jawabanku, tapi pengujinya selalu tersenyum, membuat aku merasa tenang. Entahlah hasilnya bagaimana. Begitu juga dengan tes psikologi, di samping tes tertulis, kami juga diwawancara. Aku disuruh menggambar orang, kemudian menceritakan apa yang kugambar, kemudian juga disuruh menggambar pohon sesuai dengan persepsiku, kemudian juga menyamakan gambar dll. Sungguh-sungguh melelahkan. Di samping itu juga ada ujian bahasa Inggris lisan dan tertulis. Sedang untuk komputer kami disuruh membuat presentasi, agar nanti kami bisa mempresentasikan tugas-tugas yang diberikan guru kalau kami betul-betul diterima di sekolah ini. Ada yang menangis tak bisa, untunglah aku sudah terbiasa melihat ayah membuat presentasi untuk mempresentasikan makalah saat masuk final di lomba-lomba  tingkat nasional, dan ayah juga mengajariku, sehingga aku tak kesulitan menjalani tes ini. Aku bisa membuat presentasi menggunakan power point dengan efek suara dan tampilan sesuai seleraku. Kalau internetnya kami tidak dites, sebab kalau sudah menjadi siswa di sini, kami dijaga ketat dalam mengakses internet, laptop kami akan selalu dicek, agar kami tidak mengakses situs-situs yang belum boleh diakses. Alhamdulillah. Setelah itu giliran  orang tua yang diuji tentang kesiapannya mendampingi anak-anaknya masuk SMP. Untunglah bunda bisa diandalkan, meski semula bunda was-was, sebab ada yang meniupkan kabar kalau wawancara itu untuk mengukur besarnya sumbangan, padahal tidak sama sekali..!! sebab sumbangan paguyuban diberikan setelah kami diterima, dan besarnya tergantung kemampuan masing-masing,  jadi sama sekali tidak mempengaruhi penilaian keputusan penerimaan siswa baru. Ah..orang memang seneng ngegosip.
Melihat saingan yang berat, dari 451 pendaftar, padahal hanya dibutuhkan 180-an orang, dengan kemampuan yang hebat, aku jadi ngeper. Ayah sempat mencarikan sekolah cadangan untukku. Tapi Alhamdulillah aku diterima.
Saat daftar ulang kami dikumpulkan. Saat itu hasil tes dan tes psikologi dibagikan. Ternyata yang dites tidak hanya IQ, tapi juga EQ dan SQ. Pantesan tesnya banyak banget. Tapi kata bunda, memang semua kecerdasan harus jalan bersama, jadi tak salah rasanya masuk di sekolah ini. Jadi betul-betul bisa diketahui, ternyata ada yang nilainya bagus tapi IQ, EQ ataupun SQnya kurang memenuhi syarat.  Meski begitu, hasil tes IQ,EQ dan SQ itu adalah privacy kami masing-masing, sehingga dirahasiakan, sehingga dalam pengumuman penerimaan, hasil tes psikologi Cuma ditulis MS memenuhi syarat, atau PP Perlu perhatian. Sedang yang tes psikologinya tidak memenuhi syarat tidak bisa ditrerima, meski tes akademiknya bagus. Saat briefing kami baru tahu, bahwa semua itu dilakukan untuk membuat kami fighting, sebab ternyata SMPN 1 Madiun adalah Sekolah SMP RSBI terbaik se-Jawa Timur dan terbaik nomer 3 di tingkat nasional. Padahal semuanya terlihat sederhana. Meski mulai tahun ini mendapat dana dari APBD untuk keramikisasi seluruh ruang. Alhamdulillah. Aku semakin kagum, apalagi rata-rata UASBN tahun kemarin sekitar 95. Ternyata sekolah ini mengadopsi pendidikan barat untuk kedisiplinannya, tapi untuk tata krama mengadopsi adat timur. Bahkan pengumumanpun tidak diumumkan lewat internet, tapi kami harus datang ke sekolah, sehingga dapat berkenalan dan bertatap langsung. Bahkan kami juga diperkenalkan dengan Bapak kepala sekolah dan wakil-wakilnya,Ibu guru BP  serta calon wali kelas kami, sebab kami sudah dibagi dalam kelas VII A sampai  F. Betul-betul suasana yang penuh kekeluargaan dan keakraban. Jempol untuk calon sekolahku. Semoga untuk UASBNku mendapat nilai sesuai yang dipersyaratkan, agar aku betul-betul diterima di sekolah yang luar biasa ini. O iya, doakan juga ya, nanti aku juga mau mencoba untuk program accelerasinya, yang akan dilaksanakan setelah UASBN. Setelah itu ada matrikulasi selama sebulan untuk mengantarkan kesiapan kami memasuki sekolah yang sederhana tapi luar biasa ini. Mohon doanya yaa.........!!!!

Selasa, 05 Januari 2010

Lets be the greener....







Ayah memberiku stiker-stiker bagus yang aku suka. sebab aku ingin menjadi the greener sepert ayahku. Dulu ayah sering mendaki banyak gunung sebagai pecinta alam. Sekarang ayah sudah jarang, meski terkadang masih sering berencana mengajak kami berpetualang di alam bebas.Kami ingin menjadi Green generation yang senantiasa mensyukuri nikmat alam semesta yang diberikan Allah kepada kita umat manusia.


Kasihan sekali yaa...hewan-hewan di hutan kalau kehilangan tempat tinggalnya. Kalau sudah begitu, mereka akan turun ke pemukiman penduduk. kita juga kan yang susah. Belum lagi kalau tanahlongsor, banjir, erosi, tanah menjadi tandus karena tidak punya cadangan sumber air. Oh..No!! Mari kita selamatkan sang macan kawan kita dan kehidupan kita sendiri......
 


Dari hutan kita tengok sungai kita. Sedih juga ya..Kemarin aku lihat berita tentang sungai Ciliwung yang sudah kotor dan tercemar dipakai untuk MCK sekaligus.Jadi Ingat Mang Idin yang berjuang membersihkan Kali Pesanggrahan waktu Konferensi anak 2008. Sayang kan kalau ikan-ikan banyak yang mati, sungai keruh,..Oh...sumpek banget deh rasanya. So...Mari kita mulai menjaga sungai-sungai yang ada di sekitar kita. Ocree?????
 



Jumat, 20 November 2009

Sholat subuh yukk!!!



Ayo...bangun pagi, Sholat Subuh berjamah ke masjid yuk!!!!!!









SHOLAT SUBUH YUKK!!!!






Sholat Subuh adalah Sholat fardhlu yang kita kerjakan di pagi hari. Terkadang rasa malas dan kantuk masih menyerang. Tapi sholat subuh adalah ibadah fardhlu yang hrus dikerjakan. Agar rasa malas dan enggan itu berkurang, cobalah tip dari DR. RAGHIB AS – SIRJANI , seorang Dokter kehormatan di Fakultas Kedokteran Universitas Cairo :

1. Ikhlaskan niat karena Allah SWT. Dan berikanlah hak-hakNya.

2. Bertekad dan instropeksilah diri Anda setiap hari.

3. Bertaubat dari dosa – dosa dan berniatlah untuk tidak mengulanginya kembali.

4. Perbanyaklah membaca doa. Agar Allah selalu memberi kesempatan dan kemudahan pada kita untuk melaksanakan shalat subuh.

5. Carilah kawan yang baik

6. Latihlah untuk pergi tidur sesuai yang diajarkan Rasulullah SAW. (tidur awal, berwudhlu sebelum tidur, miring ke kanan, berdoa).

”Allahlah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang . Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur (QS Al Mu’min (40) ayat 61)

7. Menyedikitkan makan sebelum tidur, serta jauhilah kopi dan teh pada malam hari.

8. Tulislah pengingat shalat subuh, dan gantunglah di dinding.

9. Bantulah dengan 3 bel (jam weker, bel pintu, atau telepon).

10. Ajaklah orang lain untuk Shalat subuh, dan mulailah dari keluarga atau orang terdekat anda.

Minggu, 25 Oktober 2009

Ikutan seleksi konferensi anak 2009 tapi gak lolos. enggak apa-apa deh, nih karangannya ditampilkan di blog saja.

RUJAK CINGUR, MEMBUATKU SUKA SAYUR




Aku duduk di meja yang tepat berhadapan dengan Lik Jum, pemilik depot makanan yang sedang asyik mengulek bumbu rujak cingur. Perutku sudah keroncongan sejak bel tanda usai pulang sekolah berbunyi. Kini aku harus bersabar menunggu Lik Jum mempersiapkan makanan pesananku. Etalase kaca tertutup dipakai Lik Jum untuk meletakkan bahan-bahan untuk membuat rujak cingur, sehingga aman dari gangguan lalat dan binatang lain yang mungkin bisa menularkan penyakit. Diambilnya garam, terasi, cabe rawit, sesendok kacang tanah yang telah digoreng, dan secuil gula merah. Dengan cekatan diulegnya semua bumbu, tak lupa ditambahkan 2 iris pisang kluthuk muda, diuleg lagi sampai halus. Diambilnya sesendok petis, diaduk, dan diberi air asam sampai bumbunya menyerupai pasta. Kombinasi kacang tanah bercampur petis dan pisang kluthuk muda menebarkan aroma yang khas. Bumbu rujak cingur telah siap. Aku menelan liur. Ah...sebentar lagi pesananku siap.

Lik Jum menambahkan kangkung, mentimun yang diirisnya dengan cepat, dan sejumput tauge. Ketiga sayuran itu harus ada dalam rujak cingur, sebab bila diganti, bisa-bisa namanya berubah menjadi gado-gado, itu kata Lik Jum. Sepotong tempe diiris jadi 6, sepotong tahu, diiris jadi 6, dan sesendok cingur(hidung) sapi , yang telah disemur dan dipotong kecil-kecil, satu buah tepo (seperti lontong, tapi lebih besar dan berbentuk hampir segiempat) diiris, dan ditambahkan secukupnya. Terakhir, kerupuk sebagai pelengkap. Nyam..nyam..pesananku telah siap.

”Terima kasih, Lik!” Kusambut sepiring rujak cingur dari Lik Jum. Bismillahirohmannirrohiim...! Kunikmati rujak cingur yang lezat ini. Dulu aku tak suka makan sayur. Bunda sering membuatkan pecel untukku, sebab aku sangat suka pecel. Maksud Bunda supaya aku suka makan sayur, tetapi seringkali Aku justru hanya makan dengan lauk dan bumbu pecel saja, sebab sayuran dan bumbu pecel yang terpisah membuat aku bisa mengambil bumbunya saja. Sampai suatu saat ayah mengajak kami sekeluarga makan di luar ke warung rujak cingur. Aku mati kutu, sebab rujak cingur semua bahannya dicampur jadi satu, jadi aku tidak mungkin hanya mengambil bumbunya saja. Dengan setengah terpaksa kulahap rujak cingur yang telah dipesan. Ternyata...enak juga makanan khas Jawa Timur ini. Sekarang rujak cingur justru menjadi salah satu makanan kesukaanku. Tepo, memasok karbohidrat untukku. Cingur, tahu, tempe, memberiku protein dan sedikit lemak. Petis yang dibuat dari sari ikan laut mengandung omega tiga untuk pertumbuhan otakku. Sayuran, membuatku bertahan dari penyakit. Ternyata menuku yang sederhana ini mengandung zat gizi yang lumayan lengkap,

Alhamdulillah...! Perutku sudah kenyang. Aku harus segera kembali ke sekolah, les sebentar lagi dimulai. Aku siap mengikuti les sampai sore, sebab bahan bakar sudah dipenuhi, he..he..!Semangat!!!

by : Mas Dhila


Kalau yang ini, karangan De, Gama...

.BUBUR GARUT


MAKANAN BERBUKA BUATAN BUNDA



Adzan maghrib sebentar lagi tiba, saatnya berbuka puasa. Bunda sedang sibuk mempersiapkan hidangan pembuka puasa kami, yaitu bubur garut. Kudekati Bunda yang sedang mendidihkan satu liter air. Kemudian diberi 100 gram gula merah dan satu sendok gula pasir, serta 1 helai daun pandan. Setelah larut disaring terlebih dahulu, dan dimasak lagi. Bunda menambahkan sepucuk sendok garam agar rasa manisnya mantap. Tepung garut dimasukkan perlahan-lahan, sedikit demi sedikit sambil diaduk agar jangan sampai menggumpal. Setelah larutan matang dan mengental, api dimatikan. Tepung garut dimasukkan mangkuk dan disiram santan matang kental. Hemm...bubur garut siap disantap hangat-hangat. Meski dimakan dalam keadaan hangat tapi terasa segar dan enak, sebab sudah seharian kami berpuasa. Cukup memulihkan tenaga bagi kami untuk menunaikan sholat Maghrib, Isya’ dan Terawih. Setelah itu barulah kami siap menyantap hidangan pokok.

Kata Bunda, Garut adalah sejenis umbi akar yang bentuknya bulat memanjang. Warnanya putih mengkilat dan mempunyai kulit ari yang berlapis-lapis. Di samping rumahku, ada yang menanam garut. Pohonnya seperti bunga kana, tapi daunnya lebih sempit. Umbi garut bisa dibuat emping dengan mengiris bulat tipis-tipis dan ditumbuk melebar menyerupai bentuk emping melinjo. Bisa juga dibuat tepung dengan cara menumbuk umbi garut dan memeras airnya,kemudian diendapkan. Tepung hasil pengendapan inilah yang biasa disebut pati atau tepung garut. Tapi di musim kemarau seperti ini tanaman garut banyak yang mati. Meski begitu, Tepung garut masih bisa didapat, sebab tepung garut biasanya tahan lama sampai berbulan-bulan. Bahkan yang kering benar, bisa bertahan sampai 1 tahun.

Secara umum, masyarakat di Indonesia menyebutnya patat sagu, kemudian irut, arut, garut, maupun jelarut. Garut mempunyai nama latin Maranta arundinacea. Sejak lama masyarakat mengenal garut sebagai tanaman penghasil umbi atau rimpang yang dapat dijadikan panganan seperti halnya singkong dan ubi jalar. Kemudian ada yang dijadikan tepung untuk membuat bubur, kue-kue, bahkan candil ataupun cendol. Sedang dari hasil penelitian, diketahui bahwa bentuk, sifat, dan karakteristik tepung garut tidak jauh berbeda dengan tepung terigu, sehingga tepung garut diharapkan bisa mengantikan fungsi tepung terigu.

Di negara asal tanaman garut, yaitu Amerika, , orang Indian selalu menggunakan perasan akarnya sebagai obat luka, obat karena tusukan anak panah, dan bahkan obat luka karena gigitan serangga dan ular. Sedangkan di Filipina dan India, hancuran akar garut kemudian dijadikan bahan baku untuk pembuatan minuman beralkohol, seperti layaknya tuak dan brem di Indonesia atau sake di Jepang.





Bubur garut buatan bunda

Rabu, 14 Oktober 2009


BERWISATA KE JATIM PARK






Pada hari minggu yang lalu aku diajak Pakdeku berwisata ke Jatim Park. Pakde bekerja di Hotel JW Marriot Surabaya. Saat itu diadakan ”Family gathering” untuk seluruh keluarga karyawan Hotel JW Marriot. Karena Keluarga Pakde jauh di Purworejo, maka Aku, Adikku dan Bunda yang diajak, sebab jarak Madiun Surabaya lebih dekat. Kami, aku, adik, Bunda diantar ayah pergi ke surabaya. Tapi sampai di sana kami berwisata bersama Pakde, sedang ayah pulang ke Madiun.

Pukul 06.00 WIB kami berkumpul di halaman hotel. Semuanya ada 11 bis. Ini adalah kelompok kedua, pada minggu sebelumnya sudah ada kelompok pertama yang berwisata. Setelah masuk bis kami masing-masing diberi snack, tiket masuk yang dijadikan gelang berwarna biru, dan voucher makan dan minum untuk makan siang. Pada Pukul 07.00 WIB kami berangkat menuju Taman Wisata Jatim Park , Malang (Bismillahi tawakaltu Allohu Lahaula walaquata Illabillah..!!!)

Sekitar Pukul 09.00 kami tiba di lokasi. Setelah masuk lokasi Taman wisata Kami berkumpul di dekat ”Volcano area” untuk menghadiri family gathering, berkenalan dengan Mr. Albert, General Manager Hotel Marriot, permainan, dan pembagian door prize. Setelah itu acara bebas sampai pukul 16.00 WIB kami harus berkumpul kembali di bis.

Pertama kami mengunjungi Aquarium yang masing-masing dihuni bermacam jenis ikan. Ada ikan piranha, ikan patin raksasa, kura-kura, ikan bendera, ikan koi yang dipelihara di kolam, dll.

Setelah itu kami masuk ke reptil area. Bunda sudah bergidik dan kengerian, maklum..Bunda paling takut pada ular. Bermacam jenis ular yang dimasukkan dalam aquarium kaca itu seolah-olah berada dekat dengan kita, Bunda sudah tidak tahan untuk cepat-cepat pergi dari situ, padahal ular-ular itu dikunci dalam kotak kaca, tapi Bunda masih saja ketakutan. Bunda..bunda..ketahuan sekarang takutnya sama apa, biasanya Bunda sok tidak kenal takut. Di reptil area ada juga buaya, biawak, dll.

Ketika kami masuk wahana permainan, ternyata antriannya sangat panjang. Maklum, saat itu hari libur, jadi pengunjungnya membludak. Pantas saja kami diberi waktu begitu lama, ternyata untuk mengantri saja kami butuh waktu setengah jam untuk setiap wahana permainan.

Pertama kami masuk ke rumah misteri 3 dimensi. Sebelum masuk kami diberi kaca mata 3 dimensi. Di dalam gelap, dengan bermacam suara yang menyeramkan. Bunda menjerit kaget ketika tiba-tiba seolah-olah ada jendela di samping kami yang dibanting dengan keras, setelah itu seolah-olah kami berjalan di atas jembatan yang hampir runtuh, Bunda menjerit-jerit, takut jembatannya ambrol, maklum Bunda kan kelas berat (;-)..maaf ya Bun..!!!) . Setelah itu masuk ke area kuburan. Kalau di sini Bunda tenang-tenang saja, Cuma menjerit ketika hampir terjungkal, karena tempatnya gelap Bunda tidak tahu kalau ada undak-undakan turun, sehingga agak limbung. Setelah itu Bunda menjerit lagi, karena merasa masuk ke lorong yang panjaaaaangggg banget, tak tahunya Bunda menabrak kaca (Ha..ha..!!) . Setelah itu ada pocong, tuyul, bayi menangis, dll..tapi kalau yang ini Bunda tak takut. Akhirnya Bunda sampai di pintu keluar, Aku dan adik yang sudah lama sampai di pintu keluar lega..ternyata Bunda bisa keluar dengan selamat. Tahu kenapa Aku dan Adik sampai dengan cepat???Karena kacamata 3 dimensinya tidak kami pakai, ha..ha..!!!Tapi apa kata Bunda...”Ya..percuma..justru di situ misterinya..kita bisa melihat hal-hal yang aneh. He..he..iya..Aku dan Adik memang tidak melihat apa-apa, jalan saja dengan normal..! Ha..ha..siapa yang bodoh ya..??

Saat itu sudah pukul 11.30, jadi kami memutuskan untuk makan siang dan menjama’ Shalat Dhuhur dan Asar, karena kami takut tak sempat menunaikan shalat Asar. Setelah itu baru masuk ke wahana permainan lagi.

Sehabis makan siang dan Shalat, Aku ingin berenang dan bermain di Water Boom, tapi saat itu cuaca sangat terik, jadi Bunda mengajak kami mencari wahana yang lain. Aku agak dongkol, jadi cemberut terus, sebab aku dan Adik sudah mempersiapkan perlengkapan berenang, tetapi malah tidak diperbolehkan sama Bunda..:-). Bunda mengajak kami naik helikopter – helikopteran. Sebelum naik harus ditimbang dulu. Beratnya tidak boleh lebih dari 60 kg. He..he..tentu saja Bunda tidak boleh naik. Tapi bunda malah senang, main timbangan berat badan, sebab timbangannya ternyata memakai sekala pons, jadinya berat bunda jadi 2 kali lebih berat.

Ketika masuk ke wahana perahu dayung, Bunda juga tidak boleh naik. Kasihan deh Bunda, padahal Bunda sebenarnya kepingin juga naik kano menyusuri sungai. Tapi untunglah bunda dapat gantinya, sambil menunggu Aku dan Adik bermain dayung, Bunda asyik melihat-lihat area sayuran dan buah. Bunda asyik memfoto brokoli, kool, tomat, selada, cabe, kangkung, dan lain-lain. Di situ juga ada tanaman keras seperti kelengkeng, mangga, durian, dan lain-lain. Terus ada area sejarah yang berupa miniatur berbagai candi, peragaan dan diorama peristiwa sejarah, Ada tanaman maja yang buahnya berwarna hijau sebesar bola takraw, dan konon rasanya pahit, sehingga melahirkan nama majapahit, terus patung-patung binatang misteri seperti ganesya, baruna, jatayu, antaboga, dll. Kami juga berfoto deolah-olah menjadi superman, binaraga, adu panco, dll. Terakhir kami bermain di taman sesat. Cukup lama kami berputar-putar tanpa berhasil menemukan jalan keluar. Sesekali kami disemprot air. Tapi sayang, terkadang tercium bau pesing, sehingga Bunda hoak hoek mau muntah. Akhirnya kami berhasil keluar. Sebenarnya masih banyak wahana yang belum dan ingin kami kunjungi, tapi ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, jadi kami harus mulai bersiap untuk kembali ke bis. Kami mencari jalan ke arah pintu keluar. Ternyata cukup jauh, sebab kami harus melewati pasar wisata yang menjual bermacam oleh-oleh dan souvenir. Bunda membeli dan melihat-lihat oleh-oleh, tapi aku segera kembali ke bis karena sudah capek. Sayangnya aku lupa memberitahu Bunda, yang ternyata cukup menimbulkan kepanikan seluruh anggota rombongan, dikiranya aku hilang dan tersesat, padahal aku sudah enak-enak tiduran di bis. Untunglah Bunda cepat-cepat kembali ke bis dan menemukanku, sehingga kepanikan tidak berlangsung lama, karena setelah menemukan aku di bis Bunda langsung menelepon Pakde yang masih ada di dalam lokasi wisata.

Pukul 16.30 kami meninggalkan lokasi wisata, disambut dengan hujan deras. Alhamdulillah semua berjalan lancar, Kami siap kembali ke Surabaya dan pulang ke Madiun, sebab besoknya aku harus bersekolah. Bersyukur karena akhir-akhir ini kami sering piknik gratis. Ke Telaga Sarangan bersama teman-teman ayah, ke Pantai Jatimalang bersama keluarga besar Bunda, dan ke Jatim Park bersama teman-teman Pakde. Siapa lagi ya..yang mau mengajak kami piknik gratis????...;-).